23 Agustus 2016 telah tersiar kabar meninggalnya istri dari Pelawak Indonesia, Tukul Arwana yaitu Susi Similikiti. Banyak media mengungkapkan penyebab meninggalnya Susi Similikiti adalah karena penyakit asma.
(Sumber = http://makassar.tribunnews.com/2016/08/23/inilah-penyebab-istri-tukul-arwana-meninggal-dunia?page=3)
Lalu apakah memang benar penyakit asma adalah penyakit mematikan seperti yang orang-orang perbincangkan? Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sebagai bentuk kepedulian terhadap Asthma, karena saya juga penderita asma.
Asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan soasme bronkus.
Gejala asma umumnya sesak nafas hingga nafas bunyi mengi, kadang disertai batuk-batuk, untuk gejala yang parah biasanya suara nafas mulai tidak terdengar suara mengi nya lagi namun masih terlihat dadanya yang kembang kempis, badan makin lama makin pucat, detak nadi melemah dan sulit berbicara, terkadang keluar keringat dari upaya bernafas yang sulit (percayalah sesak nafas itu 10x lipat nya lelah karena lari)
Beberapa hal yang salah tentang asma & penanggula gannya :
Asma bukanlah penyakit menular
Asma disebabkan oleh faktor Genetika (keturunan) dan Lingkungan.
1. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan dapat dibagi menjadi beberapa hal, diantaranya :
a. Alergi
Seseorang memiliki asma dapat disebabkan karena memiliki riwayat alergi. Misalnya saja alergi Debu, Asap, Makanan/Minuman. Selain itu alergi juga tak selalu berupa benda,partikel atau Makanan/Minuman tapi juga bisa karena kecapekan dan terlalu banyak pikiran. Asma karena alergi dapat diatasi dengan menghindari segala hal yang memicu terjadinya sesak nafas. Namun apabila lalai dan tiba-tiba kambuh maka biasanya obat pelega seperti beta 2-agonist yang terdapat pada beberapa obat seperti salbutamol,asmacele,lasal akan meredakan sesak nafas dengan cepat.
b. Polusi
Asma ini biasanya muncul ketika seseorang sudah beranjak remaja karena aktifitas yang berbeda dari seorang balita. Biasanya dipicu dari polusi kendaraan, asap rokok, dll. Selain itu dapat dipicu oleh hewan seperti serangga, bulu kucing, anjing, ulat,dsb.
Cara mencegahnya dengan melakukan perlundungan dengan memakai masker, tidak menggunakan kasur kapuk, tidak memelihara hewan, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin berolahraga untuk mengeluarkan toxin dari paru-paru, selain itu alangkah baiknya jika menghentikan rokok. Obat pelega masih menjadi obat pertolongan pertama yang cepat meredakan.
2. Faktor Genetika
Faktor genetika umumnya diturunkan dari orangtua ke anak atau yang memiliki hubungan sedarah. Seperti Nenek - Ayah - Anak. Pada umunya apabila seorang Ibu memiliki asma maka resiko anak terkena asma sangat tinggi, namun sebaliknya apabila seorang Ayah memiliki asma maka resiko diturunkan ke anak akan rendah. Faktor genetika menyebabkan penderita asma mengalami sakitnya secara unik karena faktor genetika murni tidak dipengaruhi oleh alergan (kecuali memiliki riwayat alergan). Pada dasarnya asma karena faktor genetika ini muncul setiap saat tanpa adanya faktor alergan maupun lingkungan. Saya menyebutnya sebagai "bila waktunya kambuh ya kambuh, jika fit ya tidak kambuh", misalnya saja kita sedang duduk di kursi dengan ruangan yang amat bersih, suhu yang normal (tidak terlalu panas atau dingin), dan tidak ada polusi seperti asap,debu, tidak ada hewan/benda yang berbulu. Bagi penderita asna genetika bisa saja saat suasana seperti itu ia tiba-tiba kambuh.
Apabila di rontgen, asma karena genetika memiliki paru-paru yang normal dan bersih dibanding paru-paru penderita asma karena faktor lingkungan. Obat pelega masih dapat digunakan untuk gejala awal.
Namun di era modern ini meski memiliki faktor genetika, faktor lingkungan juga dapat menjadi pemicu karena tingginya tingkat polusi dari tahun ke tahun. Saat asma genetika kambuh karena turut di picu dengan faktor lingkungan, biasanya obat pelega akan sedikit bekerja lamban yang harus ditingkatkan dosisnya. Pada serangan yang parah akan diberikan kortikosteroid intravena atau dengan nebulizer.
Tak ada penanganan khusus untuk menghindari serangan asma faktor genetika, hanya saja asma genetika sangat disarankan untuk selalu menjaga daya tahan tubuh agar tidak sering kambuh dan tidak mudah terpicu faktor lingkungan.
Asma tidak dapat sembuh secara total
Jangan percaya apabila ada pengobatan yang mengatakan dapat menyembuhkan asma secara total. Cobalah untuk test alergi bila asma anda karena faktor lingkungan kemudian minumlah/lakukanlah pengobatan yang mengatakan demikian setelah itu silakan makan/lakukan hal yang berkaitan dengan alergi anda maka asma anda tetap kambuh. Pengobatan hanya menekan interval kambuhnya sesak nafas dengan menyembunyikan gejala serta rasa sakitnya.
Penanganan yang salah
Banyak masyarakat bahkan tim medis justru salah dalam penanganan. Ketika seseorang sedang anval (kambuh secara parah) justru diberi bau-bau an menyengat seperti minyak kayu putih, balsem, dll. Memang pada kasus ringan hal tersebut dapat meredakan namun apabila sudah sampai kondisi anval hal itu justru tambah memperparah.
Selain itu saat seseorang sedang anval biasanya akan disuruh berbaring dengan alasan biar udara jadi mudah masuk, perlu saya tegaskan itu SALAH besar. Posisi semestinya adalah zona nyaman orang tersebut karena pada kondisi anval bila penderita bergerak sedikit sajak ia akan tambah sesak nafas maka biarkan dia duduk membungkuk/pada posisi nyamannya sambil di beri oksigen/nebulizer pijat bagian punggung nya oerlahan-lahan apabila sudah agak reda pelan-pelan ia duduk tegak, kemudian pada kondisi yang makin membaik biarkan dia tidur bersandar dan ketika kondisi yang cukup baik baru biarkan tidur terlentang.
Tidak boleh ini tidak boleh itu
Asma bukanlah penyakit seperti gula,diabetes,sakit gigi,flu,dsb. Bila diabetes & gula tidak boleh makanan manis, sakit gigi tidak boleh makanan panas/dingin. Tidak ada larangan makanan/minuman dan olahraga bagi penderita asma kecuali asma karena alergi ia sangat disarankan untuk menjauhi alergi nya. Namun selain itu penderita asma bebas makan & minum, penderita asma juga masih diperkenankan untuk olahraga sejauh itu tidak membuatnya kehilangan daya tahan tubuh.
Banyak orang bilang asma tidak boleh minum yang dingin, udara dingin, dsb. Padahal minuman dingin seperti Ice Cream mampu membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kebal daripada vitamin berbahan kimia. Selain itu udara dingin seperti pegununungan mampu membantu membersihkan toxin dalam paru-paru. Olahraga juga menjadi bagian dalam meningkatkan daya tahan tubuh seperti renang,jogging,badminton,basket,aerobic.
Saran saya pintar-pintarlah dalam memilih menu gizi dan olahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah kambuh.
Semoga artikel ini bermanfaat. :)
Laurentina Larasati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar