Welcome to My Blog

Sabtu, 30 Juli 2016

Tips Selamat saat Kendaraan Macet di Rel KA

Pernah gak sih mengalami atau melihat kendaraan macet di Rel Kereta Api saat Kereta Api-nya mau melintas?
Pasti perasaan takut, ngeri seakan bikin kita jadi linglung dan gak tau harus gimana lagi. Banyak orang pasti berfikir untuk langsung turun dari mobil atau motor dengan resiko kendaraannya rusak tertabrak kereta yang melintas. Tak jarang mereka juga berusaha mendorong motor atau mobil nya sampai melintasi rel. Tapi ada cara lain yang lebih aman dari itu. Cara ini sangat jarang diketahui oleh banyak orang di Indonesia. Namun sebelum mengetahui cara istimewa ini yuk simak beberapa hal berikut ini :

Penyebab Kendaraan sering macet di lintasan KA

Ingatkan pelajaran SD bahwa 2 buah benda yang bergesekkan akan menimbulkan daya magnet. Gesekan KA terhadap rel ini menimbulkan daya magnet yang kuat. Secara kereta api itu gede, panjang, dan 98% terbuat dari bahan konduktor yang apabila mengalami gesekan cepat menghantarkan arus listrik dan medan magnet. Bahkan hingga jarak lebih dari 500 meter daya magnet ini dapat dirasakan. Maka dari itu banyak mobil atau motor yang nekat melintas di rel tiba-tiba macet total. Karena mesin-mesin didalamnya terkena arus listrik dan magnet.

Apa yang harus dilakukan ketika kendaraan tiba-tiba macet saat melintas rel KA ?

Yang perlu anda lakukan hanyalah menekan klakson selama mungkin sambil berusaha menyalakan mesin kendaraan. Getaran suara pada klakson dapat memutuskan aliran listrik dan magnet yang diakibatkan oleh gesekan KA. Mungkin masih terlihat aneh ya. Pengalaman teman saya, ia menekan klakson selama kurang lebih hampir 8 menit alhasil orang-orang dari kejauhan meneriakinya "bodoh cepat turun!! Tidak mungkin mobilmu bisa nyala disitu". Tak lama kemudian mesin nyala dan orang-orang yang meneriakinya justru keheranan. Yah teman saya ini sudah 2 th sekolah di Australia dan memiliki seorang teman dari Jerman yang pernah bercerita tentang solusi ketika kendaraan macet di rel KA. Ternyata hal ini sering dilakukan oleh penduduk Jerman dan Jepang dimana transportasi utama mereka adalah KA.

Apa sih dampak lain dari gesekan KA ini?

Dampak lain yang sangat jarang diketahui masyarakat. Dampak utama bagi manusia adalah gangguan terhadap jantung terutama anak-anak dan lansia. Ini sebabnya mengapa halte KA atau kantor-kantor di KA dibuat lebih tinggi dari rel nya dan dibangun banyak tiang-tiang penyangga di stasiun KA, selain karena untuk menyangga agar tetap kokoh hal ini juga agar mengurangi medan magnet yang digasilkan dari gesekan KA, makanya kebanyakan tiang penyangga di stasiun terbuat bukan dari bahan besi/konduktor lainnya melainkan kayu.
Namun sangat disayangkan ketika banyak pemukiman warga yang sangat mepet dengan rel KA atau bahkan tingginya dibawah rel KA. Itu sebabnya pemerintah melarang para warganya mendirikan pemukiman bukan karena pemerintah ingin mengusir atau egois tapi semua demi kebaikan masyarakat.

Minggu, 24 Juli 2016

Pahami Anak yang Sulit Membaca

Anda pasti memiliki anak, adik, atau saudara yang hingga menginjak usia Sekolah dasar (6 hingga 10 tahun ) sulit untuk belajar membaca. Banyak diantara kita sebagai orangtua,kakak,maupun saudara justru malah memarahinya, menyebut mereka "bodoh" atau "malas". Coba kita lihat dengan seksama apakah anak tersebut benar-benar malas atau bodoh. Cobalah bertanya kenapa anak tersebut apa alasan mereka sulit belajar membaca atau enggan membaca. Kemudian coba periksa hasil belajar membaca dia dengan seksama lagi melalui cara ia mengucapkan dan menulis. Jika anda jeli dan menemukan berbagai huruf dan angka yang terbalik seperti 'd dan b' , 'c dan s' , atau lainnya mungkin anak tersebut menderita 'dislexya'.

Apa Dislexia itu?
Dislexia berasal dari kata 'dis' artinya 'tidaj mampu' dan lexia 'aksara'. Dislexia adalah gangguan linguistik pada seseorang sehingga tidak mampu belajar membaca (entah berupa tulisan maupun ejaan lisan) pada usia yang seharusnya. Dislexia bukanlah sebuah penyakit melainkan hanyalah gangguan biasa yang dapat diatasi dengan terapi rutin. Dislexia berlanjut hingga usia tua dapat menjadi alasan seseorang dikatakan buta huruf.

Apa Penyebab Dislexia ?
Ada beberapa penyebab dislexya diantaranya :
1. Faktor keturunan atau Genetika
2. Adanya gangguan biokimia pada otak
3. Kurangnya neurologis pada otak
4. Trauma anak sejak bayi (biasanya karena kekerasan, dibentak sejak bayi, usaha untuk aborsi,dll)

Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:

1. Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
2. Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
3. Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
4. Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
5. Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
6. Sulit untuk berpakaian

Adapun tanda-tanda disleksia di usia sekolah dasar:

1. Sulit membaca dan mengeja
2. Sering tertukar huruf dan angka
Misalnya : The menjadi Teh, Ibu menjadi Ubi, Menulis angka 5 dengan terbalik, dsb.
3. Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
4. Sulit mengerti tulisan yang ia baca
5. Lambat dalam menulis
6. Sulit konsentrasi
7. Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
8. Percaya diri yang rendah
9. Masih tetap kesulitan dalam berpakaian
10. Sering marah berlebihan (biasanya hingga mengurung diri dan mengamuk)

Tak Selalu Mempunyai Kelemahan

Meski memiliki banyak kelemahan namun penderita disleksia juga memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Suka menggambar
2. Sering merakit mainan seperti puzzle,bongkar pasang
3. Menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni.

Tindakan Orangtua
Lalu apa saja yang dapat dilakukan kita, khususnya orangtua apabila anaknya mengalami disleksia ?
1. Jangan sekali-sekali membentak, hal ini menyebabkan 0,2% otaknya semakin melemah.

2. Coba ajaklah menulis dan membaca dengan menyanyi atau cara menarik lainnya.

3. Coba bangkitkan kepercayaan dirinya dengan bercerita orang-orang oenderita dislexia yang sukses seperti Albert Einsten, Alexander Graham Bell, Walt Disney, Franklin, dll.  Kepercayaan diri mampu meningkatkan kinerja otak mereka.

4. Pahami si Anak. Dislexia umumnya adalah anak-anak yang pandai dan cerdas. Mereka memiliki tingkat kreatifitas dibanding anak normal lainnya. Cobalah tetap memberikan semangat karena itu akan membuat mereka terus berkembang.

Tak perlu khawatir apabila anak, adik, atau saudara kita mengalami dislexia. Sebab tidak ada anak yang bodoh atau malas, hanya mereka kurang mengembangkan potensi. Tetaplah bersabar dalam mengajari mereka membaca dan menulis serta berikan semangat dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Kamis, 14 Juli 2016

Kertas Kerja Audit

Kertas Kerja
Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan   kesimpulan yang dibuatnya berkenan dengan pelaksanaan audit.

Kertas Kerja Dalam Audit
Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor.

Isi Kertas Kerja
Kertas Kerja biasanya berisi dokumentasi yang memperlihatkan:
1)  Telah dilaksanakan standar pekerjaan lapangan pertama yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik.
2)      Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua yaitu pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
3)      Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur audit telah ditetapkan, dan pengujian telah dilaksanakan , yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Tujuan Pembuatan Kertas Kerja
1.  Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan.
Kertas kerja dapat digunakan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya, dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai.
2.  Menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya.
Auditor dapat kembali memeriksa kertas kerja yang telah dibuat dalam auditnya, jika di kemudian hari ada pihak-pihak yang memerlukan penjelasan mengenai simpulan atau pertimbangan yang telah dibuat oleh auditor dalam auditnya.
3.  Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit.
Audit yang dilaksanakan oleh auditor terdiri dari berbagai tahap audit yang dilaksanakan dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana. Setiap audit tersebut menghasilkan berbagai macam bukti yang membentuk kertas kerja. Pengkordinasian dan pengorganisasian berbagai tahap audit tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kertas kerja.
4.   Memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
Dari Kertas Kerja dapat diperoleh informasi yang sangat bermanfaat untuk audit berikutnya jika dilakukan audit yang berulang terhadap klien yang sama dalam periode akuntansi yang berlainan, auditor memerlukan informasi mengenai sifat usaha klien, catatan dan ank e akuntansi klien, pengendaian intern klien, dan rekomendasi perbaikan yang diajukan kepada klien dalam audit yang lalu, jurnal-jurnal adjustment yang disarankan untuk menyajikan secara wajar laporn keuangan yang lalu.

Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan :
(a) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama, yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik,
(b) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan, dan
(c) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan telah diterapkan, dan pengujian telah dilaksanakan yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Kertas kerja dan standar auditing, berhubungan erat dengan tiga kelompok yaitu:
1.    Kertas kerja audit dan standar umum, standar umum yang menyatkan tentang kopentensi, independensi, dan kecermatan dan keseksamaan pelaksanaan tugas.
2.     Keras kerja audit dan standar pekerjaan lapangan, hal ini berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan stuktur pengendalian internal bukti audit kompeten yang memadai.
3.   Kertas kerja dan standar pelaporan. Kertas kerja juga berhubungan erat dengan standar pelaporan.

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja adalah sebagai berikut:
1.      Lengkap. Kertas kerja harus lengkap dalam arti:
a)      Berisi semua informasi yang pokok.
b)      Tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan.
2.      Teliti. Memperhatikan ketelitian penulisan dan perhitungan sehingga kertas kerjanya bebas dari kesalahan tulis dan perhitungan.
3.     Ringkas. Kertas kerta dibatasi pada informasi yang pokok saja dan yang relevan dengan tujuan audit yang dilakukan serta disajikan secara ringkas. Harus menghindari rincian yang tidak perlu, serta merupakan ringkasan dan penafsiran data dan bukan hanya merupakan penyalinan catatan klien ke dalam kertas kerja.
4.     Jelas. Penggunaan istilah yang menimbulkan arti ganda perlu dihindari. Penyajian informasi secara sistematik perlu dilakukan.
5.   Rapi. Kerapian dalam membuat kertas kerja berguna membantu auditor senior dalam me-review hasil pekerjaan stafnya, serta memudahkan auditor dalam meperoleh informasi dari kertas kerja tersebut

Kertas Kerja Audit merupakan dokumentasi yang disusun oleh auditor dalam sebuah proses audit yang terdiri dari:

▪ Prosedur audit yang dilakukan
▪ Pengujian yang dilakukan
▪ Sumber informasi dan bukti audit yang diperoleh
▪ Kesimpulan yang diambil atas proses audit yang dilakukan
▪ Prinsip umum yang berkaitan dengan pembuatan dan penyimpanan kertas kerja.
▪ Prinsip umum tersebut antara lain:
▪ Pembuatan kertas kerja harus mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.
▪ Hindarkan pekerjaan salin-menyalin yang tidak diperlukan.
▪ Buktikan keterangan lisan yang diperoleh melalui pengajuan pertayaan (inquiry)
▪ Jangan meninggalkan suatu pertanyaan tanpa ada jawaban yang jelas.
▪ Tulisan segala masalah relevan yang temukan pada saat melaksanakan audit.

Tipe Kertas Kerja
☆ Program audit,yaitu daftar prosedur audit untuk pemeriksaan elemen-elemen tertentu.
☆ Working trial balance, adalah suatu daftar yang berisikan saldo berbagai akun buku besar pada akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya.
☆ Ringkasan jurnal penyesuaian dan jurnal pengklasifikasian kembali, yaitu jurnal untuk mengoreksi kembali atas kesalahan yang dilakukan auditor.
☆ Daftar pendukung, yaitu daftar untuk melakukan verikasi elemen-elemen yang terdapat dalam laporan keuangan
☆ Daftar utama, yaitu ringkasan akun-akun yang saling berkaitan.
☆ Memorandum audit dan dokumentasi audit, merupakan data tertulis yang disiapkan auditor dalam bentuk negatif.
☆ Skedul dan analisis, yaitu akun yang ditunjukan dalam masing-masing buku besar dan mengidentifikasinya.

Susunan kertas kerja
• Draf laporan audit.
• Laporan keuangan auditing.
• Ringkasan informasi bagi penelaah.
• Program audit.
• Laporan keuangan atas neraca lajur yang dibuat klien.
• Ringkasan jurnal penyesuaian.
• Working Trial Balace.
• Daftar utama.
• Daftar pendukung

Auditor menyebutkan dalam program audit :
1.   Pemeriksaan yang harus diikuti dalam melakukan verifikasi setiap elemen yang  tercantum dalam laporan keuangan.
2.    Tanggal pelaksanaan prosedur audit.
3.    Paraf pelaksana prosedur audit.
4.    Penunjukan indeks kertas kerja yang dihasilkan auditor.

Berikut adalah beberapa fungsi KKA:
1. KKA sebagai dasar pemberian opini audit atas laporan keuangan. Standar pekerjaan lapangan mengharuskan auditor untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk mendukung opininya atas laporan keuangan (SPAP SA Seksi 326). Dalam hal ini, KAA berfungsi sebagai: pendukung dalam pemberian opini audit, dan sebagai bukti auditor telah melaksanakan audit secara memadai sesuai SPAP.
2. KKA sebagai dasar bagi auditor untuk mengambil kesimpulan dan menunjukan kompetensi hasil audit yang dilakukannya. Jika pekerjaan atau pertimbangan auditor dipertanyakan oleh pihak tertentu di kemudian hari, maka auditor tidak dapat mendukung kesimpulannya atau memberikan apa alasan yang melandasi kesimpulan tersebut tanpa didukung dengan KKA.
3. KKA sebagai dasar supervisi dan evaluasi pekerjaan yang dilakukan anggota tim. KKA berfungsi sebagai dasar untuk menilai kualitas pekerjaan yang dilaksanakan dan kompetensi anggota tim audit. Dengan adanya KKA, supervisor dapat mengetahui penalaran, logika dan seberapa kuat anggota tim audit dalam melaksanakan pemeriksaan atas akun-akun laporan keuangan.
4. KKA sebagai panduan dalam melaksanakan audit tahun-tahun berikutnya. Auditor dapat menggunakan KAA sebagai acuan dalam melaksanakan penugasan berikutnya, seperti: pemahaman bisnis klien, catatan dan kebijakan akutansi klien, masalah masalah audit tahun sebelumnya; saran perbaikan yang diberikan kepada klien dan hal-hal lainnya yang yang harus diperhatikan auditor dalam menyiapkan program audit dan dalam merencanakan pelaksanaan prosedur audit untuk audit tahun berikutnya.

Manfaat Kertas Kerja
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk menghubungkan catatan klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor.
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai
·        Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya dalam membuktikan telah dilaksanakannya dengan baik audit atas laporan keuangan.
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi      semua tahap audit yang terdiri dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana.
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
·       Sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya.
·       Sebagai catatan bahan bukti dan hasil pengujian yang telah dilakukan.
·       Sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas.
·       Sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner.

    Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arip kertas kerja untuk setiap kliennya, yaitu:
1)    Arsip kini (current file), yaitu arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan.
2)    Arsip permanen (permanent file), yaitu untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan.

Cara Membuat Kertas Kerja yang Baik
Kecakapan teknis dan keahlian profesional seorang auditor independen agar tercermin pada kertas kerja yang dibuatnya. Untuk membuktikan bahwa seseorang merupakan auditor yang kompeten, ia harus dapat menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat.

FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH AUDITOR DALAM PEMBUATAN KERTAS KERJA YANG BAIK
Kecakapan teknis dan keahlian professional seorang auditor independen akan tercermin pada kertas kerja yang dibuatnya. Auditor yang kompeten adalah auditor yang mampu menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat. Ada lima ank e yang harus diperhatikan untuk memenuhi tujuan ini:
Working trial balance ini mempunyai fungsi yang sama dengan lembar kerja (work sheet) yang digunakan oleh klien dalam proses penyusunan laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan, klien menempuh beberapa tahap sebagai berikut :
¤ Pengumpulan bukti transaksi
¤ Pencatatan dan Penggolongan transaksi dalam  jurnal dan buku pembantu
¤ Pembukuan (posting) jurnal ke dalam buku besar
¤ Pembuatan lembar kerja
¤ Penyajian laporan keuangan

Dalam proses auditnya, auditor bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan auditan. Adapun tahap-tahap penyusunan laporan keuangan auditan tersebut adalah sebagai berikut :
♤ Pengumpulan bukti audit dengan cara pembuatan atau pengumpulan skedul pendukung ( supporting schedules).
♤ Peringkasan informasi yang terdapat dalam skedul pendukung ke dalam skedul utama ( lead schedules atau top schedules) dan ringkasan jurnal adjustment.
♤ Peringkasan informasi yang tercantum dalam skedul utama dan ringkasan jurnal adjustment ke dalam working trial balance.
Penyusunan laporan keuangan auditan.

SKEDUL UTAMA
Skedul utama adalah kertas kerja yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat dalam skedul pendukung untuk akun-akun yang berhubungan. Skedul utama ini digunakan untuk menggabungkan akun-akun buku besar yang sejenis, yang jumlah saldonya akan dicantumkan dalam laporan keuangan dalam satu jumlah.
Skedul utama memiliki kolom yang sama dengan kolom-kolom yang terdapat dalam working trial balance. Jumlah total tiap-tiap kolom dalam skedul utama dipindahkan ke dalam kolom yang berkaitan dengan working trial balance.

SKEDUL PENDUKUNG
Pada waktu auditor melakukan verifikasi terhadap unsur-unsur yang tercantum dalam laporan keuangan klien, ia membuat berbagai macam kertas kerja pendukung yang menguatkan informasi keuangan dan operasional yang dikumpulkannya. Dalam setiap skedul pendukung harus dicantumkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh auditor dalam memverifikasi dan menganalisis unsur-unsur yang dicantumkan dalam daftar tersebut, metode verifikasi yang digunakan, pertanyaan yang timbul dalam audit, serta jawaban atas pertanyaan tersebut. Skedul pendukung harus memuat juga berbagai simpulan yang dibuat oleh auditor.
PEMBERIAN INDEKS PADA KERTAS KERJA
Pemberian indeks terhadap kertas kerja akan memudahkan pencarian informasi dalam bebagai daftar yang terdapat diberbagai tipe kertas kerja. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian indeks kertas kerja adalah sebagai berikut :
1)      Setiap kertas kerja harus diberi indeks, dapat disudut atas atu di sudut bawah.
2)      Pencantuman indeks silang (cross index) harus dilakukan sebagai berikut :
> Indeks silang dari skedul utama.
> Indeks silang dari skedul akun pendapatan dan biaya.
> Indeks silang antarskedul pendukung.
> Indeks silang dari skedul pendukung ke ringkasan jurnal adjusment.
> Indeks silang dari skedul utama ke working trial balance.
> Indeks silang dapat digunakan pula untuk menghubungkan program audit dengan kertas kerja.
3)      Jawaban konfirmasi, pita mesin hitung, print-out komputer, dan sebagainya tidak diberi indeks kecuali jika dilampirkan di belakang kertas kerja yang berindeks.

METODE PEMBERIAN INDEKS KERTAS KERJA
Ada tiga metode pemberian indeks terhadap kertas kerja :
》Indeks angka. Kertas kerja utama dan skedul utama diberi indeks dengan angka, sedangkan skedul pendukung diberi subindeks dengan mencantumkan nomor kode skedul utama yang berkaitan.
》Indeks kombinasi angka dan huruf. Kertas kerja utama dan skedul utama diberi kode huruf, sedangkan skedul pendukungnya diberi kode kombinasi huruf dan angka.
Indeks angka berurutan. Kertas kerja diberi angka yang berurutan

SUSUNAN KERTAS KERJA
Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arsip kertas kerja untuk setiap kliennya :
♡ Arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan, yang disebut arsip kini (current file). Arsip kini berisi kertas kerja yang informasinya hanya mempunyai manfaat untuk tahun yang diaudit saja
♡ Arsip permanen (permanent file) untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan. . Arsip permanen berisi informasi sebagai berikut :
Copy anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien
Bagan organisasi dan luas wewenang serta tanggung jawab para manajer
Pedoman akun, pedoman prosedur, dan data lain yang behubungan dengan pengendalian
Copy surat perjanjian penting yang mempunyai  masa laku jangka panjang.
Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk pokok perusahaan
Copy notulen rapat direksi, pemegang saham, dan komite-komite yang dibentuk klien. Pembentukan arsip permanen ini mempunyai tiga tujuan yaitu :
a)      Untuk menyegarkan ingatan auditor mengenai informasi yang akan digunakan dalam audit tahun-tahun mendatang.
b)      Untuk memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staf yang baru pertama kali menangani audit laporan keuangan klien tersebut.
c)      Untuk menghindari pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke tahun.
Analisis terhadap akun-akun tertentu yang relatif tidak  pernah mengalami perubahan harus juga dimasukkan ke dalam arsip permanin. Akun-akun seperti tanah, gedung, akimulasi, depresiasi, investasi, utang jangka panjang, modal saham dan akun lain yang termasuk dalam kelompok modal sendiri adalah jarang mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pemeriksaan pertama terhadap akun tersebut akan menghasilkan informasi yang akan berlaku beberapa tahun, sehingga dalam audit berikutnya auditor hanya akan memeriksa transaksi-transaksi tahun yang diaudit yang berkaitan dengan akun-akun tersebut. Dalam hal ini arsip permanen benar-benar menghemat waktu auditor karena perubahan-perubahan dalam tahun yang diaudit tinggal ditambahkan dalam arsip permanen, tanpa harus memunculkan kembali informasi-informasi tahun-tahun sebelumnya dalam kertas kerja tersendiri.
Peer Review BPKP Atas Kertas Kerja Auditor
Dalam konteks krisis, ketika banyak bank-bank yang ambruk padahal laporan keuangannya menunjukkan prestasi bagus dan sehat, masyarakat mencurigai kalau banyak auditor sebenarnya mempunyai kontribusi terhadap ambruknya dunia perbankan. Kecurigaaan masyarakat ini sebenarnya ditangkap oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan ditindaklanjuti dengan keinginan pada bulan April 1999 untuk membentuk tim di bidang penegakan disiplin. Tim ini akan meneliti kertas kerja kantor akuntan publik (KAP) yang mengaudit laporan keuangan 38 bank beku usaha (BBKU). Hal ini juga ditujukan agar auditor lebih menjaga kualitas pekerjaan, menjalankan kode etik dan SPAP, yang nantinya berujung agar para bankir tidak lagi melakukan rekayasa laporan keuangan.
Tetapi sayangnya niat tersebut tidak terlaksana, karena IAI sampai beberapa saat tidak mewujudkan niatnya tersebut. Karena itu Direktorat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan, Departemen Keuangan pada Oktober 1999 meminta BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk menggantikan niat IAI dan melakukan peer review terhadap kertas kerja auditor bank bermasalah untuk tahun buku 1995, 1996, 1997. Hal ini dilakukan berdasarkan SK Menteri Keuangan No.472/KMK.01.017/1999 tanggal 4 Oktober 1999 tentang Pembentukan Tim Evaluasi terhadap Auditor yang Mengaudit Bank-Bank Bermasalah.Tujuan dari peer review ini adalah untuk melaksanakan tugas Direktorat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai Departemen Keuangan sebagai pembina profesi akuntan dan juga untuk menjawab kecurigan masyarakat berkaitan dengan kualitas pekerjaan auditor bank-bank tersebut.
Peer review ini dilakukan dengan memeriksa kertas kerja yang dibuat auditor ketika mengaudit bank-bank tersebut untuk melihat bagaimana pelaksanaan SPAP dipatuhi. Menurut Standar Auditing Seksi 339 Kertas Kerja paragraf 03, kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.

Kertas Kerja ini dapat dikelompokkan ke dalam 5 tipe, yaitu
(1) Program Audit,
(2) Working Trial Balance,
(3) Ringkasan Jurnal Adjustment,
(4) Lead Schedule atau Top Schedule, dan
(5) Supporting Schedule.
Jadi peer review ini dilakukan BPKP dengan memeriksa kertas kerja yang dibuat auditor dalam mengaudit bank-bank tersebut, bukan melakukan audit lagi terhadap bank-bank tersebut. Dengan memeriksa kertas kerja, maka BPKP dapat melihat kualitas pekerjaan auditor, karena tujuan pembuatan kertas kerja ini adalah untuk mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan, menguatkan kesimpulan-kesimpulan auditor dan kompetensi auditnya, mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit, serta memberikan pedoman dalam audit berikutnya. Kemudian Standar Auditing Sksi 339 Kertas Kerja paragraf 05 menyatakan bahwa kertas kerja harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar auditing yang dapat diterapkan dan dilaksanakan oleh auditor. Kertas kerja ini biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan:
a. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama, yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik.
b. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu pemahaman memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
c. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur audit telah diterapkan, dan pengujian telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan
Tetapi sayangnya hasil peer review BPKP atas kertas kerja auditor bank-bank bermasalah ternyata menunjukkan bahwa banyak auditor tersebut yang melanggar SPAP. Peer review yang dilakukan atas kertas kerja 10 KAP (ada 17 auditor yang menjabat sebagai partner) yang mengaudit 37 bank bermasalah memperlihatkan bahwa:
1. Hampir semua KAP tidak melakukan pengujian yang memadai atas suatu account.
2. Pada umumnya dokumentasi audit kurang memadai (70%).
3. Terdapat auditor yang tidak memahami peraturan perbankan tetapi menerima penugasan audit terhadap bank (1 auditor).
4. Pengungkapan yang tidak memadai di dalam laporan audit (80%).
5. Masih terdapat auditor yang tidak mengetahui laporan dan opini audit yang sesuai dengan standar.

KESIMPULAN
    Kertas kerja adalah catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor. Manfaat kertas kerja audit yaitu : sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya, sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas, sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner. Seorang auditor tidak dapat memberikan informasi kepada pihak bukan klien kecuali jika klien mengizinkannya. Meskipun kertas kerja dibuat dan dikumpulkan auditor dalam daerah wewenang klien, dari catatan-catatan klien, serta atas biaya klien, hak pemilikan atas kertas kerja tersebut sepenuhnya berada di tangan akuntan publik, bukan milik klien atau milik pribadi auditor. Karena kertas kerja tidak hanya berisi informasi yang diperoleh auditor dari catatan klien saja, tetapi berisi pula program audit yang akan dilakukan oleh auditor, maka tidak semua informasi yang tercantum dalam kertas kerja dapat diketahui oleh klien. Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arip kertas kerja untuk setiap kliennya, yaitu: Arsip kini (current file) dan Arsip permanen (permanent file ). Untuk membuktikan bahwa seseorang merupakan auditor yang kompeten, ia harus dapat menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat.  Untuk memenuhi tujuan ini ada lima faktor cara membuat kertas kerja yang baik yang harus diperhatikan, yaitu: lengkap, teliti, ringkas, jelas.

Rabu, 13 Juli 2016

Bersikaplah Tenang dan Bijak

Alkisah dahulu, ketika Mahatma Gandhi (1869-1948) sedang belajar Ilmu Hukum di University of College, London, Inggris, ada seorang profesor Bahasa Inggris bernama Peters, yang kurang menyukai Gandhi.

Suatu hari, ketika Prof. Peters sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi muda datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya. Prof. Peters lantas berkata, "Gandhi, apakah Anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?"

Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal, menjawab dengan tenang, "Jangan khawatir, Prof. Saya akan segera ‘terbang’." Gandhi pun segera pergi untuk makan di meja lainnya. Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan. Ia memutuskan untuk balas dendam di kesempatan berikut.

Esoknya, di dalam kelas, Prof. Peters dengan sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi, "Gandhi, andai kamu sedang berjalan, lalu tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang serta 1 tas penuh dengan kebijaksanaan... mana yang kamu ambil?"

Tanpa ragu Gandhi menjawab, "Yaaa, uang."

Prof. Peters sambil tersenyum sinis berkata, "Jika itu aku... maka aku akan mengambil kebijaksanaan."

Gandhi menjawab, “Seseorang akan mengambil apa yang tidak dia punya."

Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa-apa. Pada kesempatan berikut, dengan penuh kemarahan, dia menulis kata "idiot" pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikannya ke Gandhi. Gandhi mengambil, duduk sambil berusaha keras tetap tenang.

Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang profesor seraya berkata dengan sangat sopan, "Prof. Peters, Anda hanya menanda tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai..."

PESAN MORAL Cerita Ini:

Lakukanlah apa yang Anda ingin orang lain lakukan pada Anda. Bersikaplah tenang dan bijak apabila ada orang yang membenci Anda. Sebab semakin dia membenci, semakin banyak kebodohan yang akan dibuatnya.

Di dalam dunia yang kompetitif ini, ingatlah untuk tetap rendah hati sehingga kejadian berikut ini bisa terjadi, "First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win." (Mahatma Gandhi).

Selasa, 05 Juli 2016

Kisah Gadis Kecil di Hari Raya

Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya.

Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal- tambal dan sepatu yang telah usang. Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.

Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu
bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?” Gadis kecil itu terkejut.

Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan- lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya
dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira.

Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu - membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai
kepala gadis kecil itu sambil berkata:
“Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?” Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis.
Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya.

Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti
sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak - anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya : “Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?” Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab : “Akhirnya aku memiliki seorang ayah!
Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”

Rasulullah saw bersabda : ”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan
mendandani/menghias inya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.” ♥ Semoga bisa diambil hikmahnya

( Laurentina Larasati )

Sabtu, 02 Juli 2016

:: Hidup Hanya 6 Jam ::

Kisah menyedihkan ini dikutip dari buku berjudul : Gifts From The Heart For Women karangan Karen Kingsbury. Ceritanya ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mempunyai keturunan.

Sejak 10 tahun, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada keluarga, teman-teman, serta lingkungan sekitarnya.

Semua orang ikut bersukacita dengan kabar baik ini. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi.

Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Selain itu kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-lakinya.Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik menjadi sangat menyedihkan.

Baik sang suami maupun sang istri mengalami depresi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya, tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Melihat hal ini mereka tidak menyerah, mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka.

Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama.

Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka.

Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus berdoa kepada Tuhan.

Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencana Nya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam.

Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata.

Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.

Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu.

Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Kakak Anne, Jeffrey Pun menangis. Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan.

Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam. Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor tersebut berhasil.

Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya…

SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.