Welcome to My Blog

Minggu, 25 September 2016

Full Day School, setujukah?

Baru-baru ini Mendikbud Indonesia, Muhadjir Efendy mulai menerapkan sistem Full Day School di sekolah-sekolah Jakarta. Setidaknya ada 500 sekolah yang telah menerapkan sistem Full Day School. 500 sekolah ini ada yang menerapkan karena permintaan pemerintah, ada juga yang sukarela menawarkan untuk bergabung. Nantinya apabila sistem ini dianggap efisien dan berpengaruh positif/membawa perubahan yang baik bagi anak maka sistem Full Day School ini akan diterapkan ke seluruh sekolah di Indonesia khususnya sekolah yang telah terakreditasi.

Setelah mendengar dan membaca berita dari banyak sumber sana-sini, saya jadi teringat pengalaman seorang teman lama saya yang mendapat beasiswa untuk sekolah di Korea Selatan. Saya ingat bagaimana dia begitu mengeluhnya ketika pulang ke Indonesia dan bercerita tentang sekolah disana. Dia bilang kalau sekolah di sana masuk pukul 8 pagi dan pulangnya bisa sampai jam 8 malam.bahkan lebih. Semua murid disana selalu berambisi untuk mengejar peringkat dan prestasi. Entah karena dorongan (atau mungkin paksaan hehe) orangtua mereka atau karena gengsi (disana murid dengan nilai rendah sering di bully).

Sekolah selama 12 jam bukan berarti selama 12 jam kita berada di dalam kelas dan bergulat dengan berbagai pelajaran. Tapi murid-murid korsel hanya belajar selama 2,5 jam - 4 jam saja di dalam kelas dengan interval waktu 2x60 menit,  1 x 70 menit (untuk mata pelajaran wajib : matematika, ipa, dll) dan 1 x 50 menit untuk mata pelajaran tertentu (itu untuk pelajar SMA). Selebihnya adalah waktu untuk mengembangkan karakter dan bakat-minat (ekstrakurikuler) seperti olahraga, musik, seni lukis, seni tari, dll. Biasanya waktu ekstrakurikuler ini berkisar kurang lebih 2-3 jam saja. Kemudian mereka masuk untuk kelas tambahan, kelas tambahan ini adalah kelas khusus dimana siswa boleh mengambil mata pelajaran favoritnya saja, mata pelajaran tambahan ini biasanya mengajarkan pelajaran diluar mata pelajaran wajib & umum atau materi khusus diluar kurikulum. Kelas ini berdurasi 2 x 50 menit. Kemudian mereka diperbolehkan untuk meninggalkan sekolah.Eits untuk meninggalkan sekolah ini bukan berarti mereka langsung pulang lho, mereka biasanya pergi ketempat bimbingan belajar untuk mendapatkan pelajran tambahan/les. Bagi mereka yang mampu biasanya akan mendatangkan guru les privat/ bagi mereka yang tidak mau mengeluarkan kocek untuk bimbel biasanya mereka ikut rombongan di sekolah, ini tidak terlalu mahal.

Selama di sekolah siswa diberi kesempatan kurang lebih 1 hingga 1,5 jam buat istirahat. Biasanya waktu jam istirahat siang mereka diberi makan siang gratis dan boleh bermain sesukanya (asal masih dalam batas peraturan). Pada jam istirahat pertama/kedua (diluar istirahat makan siang) sekolah Korsel menyediakan radio sekolah dimana mereka bisa mendengarkan lagu, mengirim salam, dsb.

Di Indonesia sistem Full Day School dianggap tidak normal karena biasanya rata-rata murid Indonesia belajar selama 6-8jam jika lebih mungkin itu ekstrakurikuler. Tak heran bila begitu Sistem Full Day School mulai diterapkan menuai banyak protes dari orangtua dan murid bahkan guru. Alasan yang sering dilontarkan adalah "anak/guru juga perlu memiliki waktu dengan keluarga" atau "mereka juga memiliki hak untuk bermain di luar. Namun kembali saya flashback. Banyak lho anak broken home yang mereka lebih nyaman di sekolah karena bisa ketemu teman-temannya ketimbang harus berada di rumah. Atau mereka yang memiliki alas bahwa "anak juga memiliki hak untuk bermain" setidaknya bermain dapat dinikmati full ketika hari libur, toh mereka juga dapat bermain di sekolah, atau dapat menemukan banyak teman ketika memgikuti ekstrakurikuler, lomba, dsb. 

Sebenarnya sistem Full Day School ini telah diterapkan bukan hanya di Korsel aja tapi juga Jepang, Swiss, beberapa sekolah elit di Amerika dan Negara-negara eropa lainnya. Nah lho, kalau siswa di negara-negara maju aja udah berhasil menerapkan sistem Full Day School, tidak ada salahnya Indonesia untuk mencoba juga. Full Day School bukanlah Full Day Study (melulu di dalam kelas) tapi Full Day Learn (memberikan pelajaran dengan berbagai hal/bentuk).

Memang sih belajar tidak hanya disekolah atau melulu tentang nilai, tapi pada dasarnya ilmu pengetahuan dan kehidupan adalah satu kesatuan, bukankah hidup itu adalah suatu pembelajaran.. :)

Full Day School, setujukah?

Baru-baru ini Mendikbud Indonesia, Muhadjir Efendy mulai menerapkan sistem Full Day School di sekolah-sekolah Jakarta. Setidaknya ada 500 sekolah yang telah menerapkan sistem Full Day School. 500 sekolah ini ada yang menerapkan karena permintaan pemerintah, ada juga yang sukarela menawarkan untuk bergabung. Nantinya apabila sistem ini dianggap efisien dan berpengaruh positif/membawa perubahan yang baik bagi anak maka sistem Full Day School ini akan diterapkan ke seluruh sekolah di Indonesia khususnya sekolah yang telah terakreditasi.

Setelah mendengar dan membaca berita dari banyak sumber sana-sini, saya jadi teringat pengalaman seorang teman lama saya yang mendapat beasiswa untuk sekolah di Korea Selatan. Saya ingat bagaimana dia begitu mengeluhnya ketika pulang ke Indonesia dan bercerita tentang sekolah disana. Dia bilang kalau sekolah di sana masuk pukul 8 pagi dan pulangnya bisa sampai jam 8 malam.bahkan lebih. Semua murid disana selalu berambisi untuk mengejar peringkat dan prestasi. Entah karena dorongan (atau mungkin paksaan hehe) orangtua mereka atau karena gengsi (disana murid dengan nilai rendah sering di bully).

Sekolah selama 12 jam bukan berarti selama 12 jam kita berada di dalam kelas dan bergulat dengan berbagai pelajaran. Tapi murid-murid korsel hanya belajar selama 2,5 jam - 4 jam saja di dalam kelas dengan interval waktu 2x60 menit,  1 x 70 menit (untuk mata pelajaran wajib : matematika, ipa, dll) dan 1 x 50 menit untuk mata pelajaran tertentu (itu untuk pelajar SMA). Selebihnya adalah waktu untuk mengembangkan karakter dan bakat-minat (ekstrakurikuler) seperti olahraga, musik, seni lukis, seni tari, dll. Biasanya waktu ekstrakurikuler ini berkisar kurang lebih 2-3 jam saja. Kemudian mereka masuk untuk kelas tambahan, kelas tambahan ini adalah kelas khusus dimana siswa boleh mengambil mata pelajaran favoritnya saja, mata pelajaran tambahan ini biasanya mengajarkan pelajaran diluar mata pelajaran wajib & umum atau materi khusus diluar kurikulum. Kelas ini berdurasi 2 x 50 menit. Kemudian mereka diperbolehkan untuk meninggalkan sekolah.Eits untuk meninggalkan sekolah ini bukan berarti mereka langsung pulang lho, mereka biasanya pergi ketempat bimbingan belajar untuk mendapatkan pelajran tambahan/les. Bagi mereka yang mampu biasanya akan mendatangkan guru les privat/ bagi mereka yang tidak mau mengeluarkan kocek untuk bimbel biasanya mereka ikut rombongan di sekolah, ini tidak terlalu mahal.

Selama di sekolah siswa diberi kesempatan kurang lebih 1 hingga 1,5 jam buat istirahat. Biasanya waktu jam istirahat siang mereka diberi makan siang gratis dan boleh bermain sesukanya (asal masih dalam batas peraturan). Pada jam istirahat pertama/kedua (diluar istirahat makan siang) sekolah Korsel menyediakan radio sekolah dimana mereka bisa mendengarkan lagu, mengirim salam, dsb.

Di Indonesia sistem Full Day School dianggap tidak normal karena biasanya rata-rata murid Indonesia belajar selama 6-8jam jika lebih mungkin itu ekstrakurikuler. Tak heran bila begitu Sistem Full Day School mulai diterapkan menuai banyak protes dari orangtua dan murid bahkan guru. Alasan yang sering dilontarkan adalah "anak/guru juga perlu memiliki waktu dengan keluarga" atau "mereka juga memiliki hak untuk bermain di luar. Namun kembali saya flashback. Banyak lho anak broken home yang mereka lebih nyaman di sekolah karena bisa ketemu teman-temannya ketimbang harus berada di rumah. Atau mereka yang memiliki alas bahwa "anak juga memiliki hak untuk bermain" setidaknya bermain dapat dinikmati full ketika hari libur, toh mereka juga dapat bermain di sekolah, atau dapat menemukan banyak teman ketika memgikuti ekstrakurikuler, lomba, dsb. 

Sebenarnya sistem Full Day School ini telah diterapkan bukan hanya di Korsel aja tapi juga Jepang, Swiss, beberapa sekolah elit di Amerika dan Negara-negara eropa lainnya. Nah lho, kalau siswa di negara-negara maju aja udah berhasil menerapkan sistem Full Day School, tidak ada salahnya Indonesia untuk mencoba juga. Full Day School bukanlah Full Day Study (melulu di dalam kelas) tapi Full Day Learn (memberikan pelajaran dengan berbagai hal/bentuk).

Memang sih belajar tidak hanya disekolah atau melulu tentang nilai, tapi pada dasarnya ilmu pengetahuan dan kehidupan adalah satu kesatuan, bukankah hidup itu adalah suatu pembelajaran.. :)

Selasa, 23 Agustus 2016

Asthma

23 Agustus 2016 telah tersiar kabar meninggalnya istri dari Pelawak Indonesia, Tukul Arwana yaitu Susi Similikiti. Banyak media mengungkapkan penyebab meninggalnya Susi Similikiti adalah karena penyakit asma.
(Sumber = http://makassar.tribunnews.com/2016/08/23/inilah-penyebab-istri-tukul-arwana-meninggal-dunia?page=3)

Lalu apakah memang benar penyakit asma adalah penyakit mematikan seperti yang orang-orang perbincangkan? Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sebagai bentuk kepedulian terhadap Asthma, karena saya juga penderita asma.

Asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan soasme bronkus.

Gejala asma umumnya sesak nafas hingga nafas bunyi mengi, kadang disertai batuk-batuk, untuk gejala yang parah biasanya suara nafas mulai tidak terdengar suara mengi nya lagi namun masih terlihat dadanya yang kembang kempis, badan makin lama makin pucat, detak nadi melemah dan sulit berbicara, terkadang keluar keringat dari upaya bernafas yang sulit (percayalah sesak nafas itu 10x lipat nya lelah karena lari)

Beberapa hal yang salah tentang asma & penanggula gannya :

Asma bukanlah penyakit menular

Asma disebabkan oleh faktor Genetika (keturunan) dan Lingkungan.

1. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan dapat dibagi menjadi beberapa hal, diantaranya :

a. Alergi
Seseorang memiliki asma dapat disebabkan karena memiliki riwayat alergi. Misalnya saja alergi Debu, Asap, Makanan/Minuman. Selain itu alergi juga tak selalu berupa benda,partikel atau Makanan/Minuman tapi juga bisa karena kecapekan dan terlalu banyak pikiran. Asma karena alergi dapat diatasi dengan menghindari segala hal yang memicu terjadinya sesak nafas. Namun apabila lalai dan tiba-tiba kambuh maka biasanya obat pelega seperti beta 2-agonist yang terdapat pada beberapa obat seperti salbutamol,asmacele,lasal akan meredakan sesak nafas dengan cepat.

b. Polusi
Asma ini biasanya muncul ketika seseorang sudah beranjak remaja karena aktifitas yang berbeda dari seorang balita. Biasanya dipicu dari polusi kendaraan, asap rokok, dll. Selain itu dapat dipicu oleh hewan seperti serangga, bulu kucing, anjing, ulat,dsb.
Cara mencegahnya dengan melakukan perlundungan dengan memakai masker, tidak menggunakan kasur kapuk, tidak memelihara hewan, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin berolahraga untuk mengeluarkan toxin dari paru-paru, selain itu alangkah baiknya jika menghentikan rokok. Obat pelega masih menjadi obat pertolongan pertama yang cepat meredakan.

2. Faktor Genetika
Faktor genetika umumnya diturunkan dari orangtua ke anak atau yang memiliki hubungan sedarah. Seperti Nenek - Ayah - Anak. Pada umunya apabila seorang Ibu memiliki asma maka resiko anak terkena asma sangat tinggi, namun sebaliknya apabila seorang Ayah memiliki asma maka resiko diturunkan ke anak akan rendah. Faktor genetika menyebabkan penderita asma mengalami sakitnya secara unik karena faktor genetika murni tidak dipengaruhi oleh alergan (kecuali memiliki riwayat alergan). Pada dasarnya asma karena faktor genetika ini muncul setiap saat tanpa adanya faktor alergan maupun lingkungan. Saya menyebutnya sebagai "bila waktunya kambuh ya kambuh, jika fit ya tidak kambuh", misalnya saja kita sedang duduk di kursi dengan ruangan yang amat bersih, suhu yang normal (tidak terlalu panas atau dingin), dan tidak ada polusi seperti asap,debu, tidak ada hewan/benda yang berbulu. Bagi penderita asna genetika bisa saja saat suasana seperti itu ia tiba-tiba kambuh.

Apabila di rontgen, asma karena genetika memiliki paru-paru yang normal dan bersih dibanding paru-paru penderita asma karena faktor lingkungan. Obat pelega masih dapat digunakan untuk gejala awal.

Namun di era modern ini meski memiliki faktor genetika, faktor lingkungan juga dapat menjadi pemicu karena tingginya tingkat polusi dari tahun ke tahun. Saat asma genetika kambuh karena turut di picu dengan faktor lingkungan, biasanya obat pelega akan sedikit bekerja lamban yang harus ditingkatkan dosisnya. Pada serangan yang parah akan diberikan kortikosteroid intravena atau dengan nebulizer.

Tak ada penanganan khusus untuk menghindari serangan asma faktor genetika, hanya saja asma genetika sangat disarankan untuk selalu menjaga daya tahan tubuh agar tidak sering kambuh dan tidak mudah terpicu faktor lingkungan.

Asma tidak dapat sembuh secara total

Jangan percaya apabila ada pengobatan yang mengatakan dapat menyembuhkan asma secara total. Cobalah untuk test alergi bila asma anda karena faktor lingkungan kemudian minumlah/lakukanlah pengobatan yang mengatakan demikian setelah itu silakan makan/lakukan hal yang berkaitan dengan alergi anda maka asma anda tetap kambuh. Pengobatan hanya menekan interval kambuhnya sesak nafas dengan menyembunyikan gejala serta rasa sakitnya.

Penanganan yang salah

Banyak masyarakat bahkan tim medis justru salah dalam penanganan. Ketika seseorang sedang anval (kambuh secara parah) justru diberi bau-bau an menyengat seperti minyak kayu putih, balsem, dll. Memang pada kasus ringan hal tersebut dapat meredakan namun apabila sudah sampai kondisi anval hal itu justru tambah memperparah.
Selain itu saat seseorang sedang anval biasanya akan disuruh berbaring dengan alasan biar udara jadi mudah masuk, perlu saya tegaskan itu SALAH besar. Posisi semestinya adalah zona nyaman orang tersebut karena pada kondisi anval bila penderita bergerak sedikit sajak ia akan tambah sesak nafas maka biarkan dia duduk membungkuk/pada posisi nyamannya sambil di beri oksigen/nebulizer pijat bagian punggung nya oerlahan-lahan apabila sudah agak reda pelan-pelan ia duduk tegak, kemudian pada kondisi yang makin membaik biarkan dia tidur bersandar dan ketika kondisi yang cukup baik baru biarkan tidur terlentang.

Tidak boleh ini tidak boleh itu

Asma bukanlah penyakit seperti gula,diabetes,sakit gigi,flu,dsb. Bila diabetes & gula tidak boleh makanan manis, sakit gigi tidak boleh makanan panas/dingin. Tidak ada larangan makanan/minuman dan olahraga bagi penderita asma kecuali asma karena alergi ia sangat disarankan untuk menjauhi alergi nya. Namun selain itu penderita asma bebas makan & minum, penderita asma juga masih diperkenankan untuk olahraga sejauh itu tidak membuatnya kehilangan daya tahan tubuh.
Banyak orang bilang asma tidak boleh minum yang dingin, udara dingin, dsb. Padahal minuman dingin seperti Ice Cream mampu membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kebal daripada vitamin berbahan kimia. Selain itu udara dingin seperti pegununungan mampu membantu membersihkan toxin dalam paru-paru. Olahraga juga menjadi bagian dalam meningkatkan daya tahan tubuh seperti renang,jogging,badminton,basket,aerobic.

Saran saya pintar-pintarlah dalam memilih menu gizi dan olahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah kambuh.

Semoga artikel ini bermanfaat. :)

Laurentina Larasati

Bahas Berita

Haii buat semua netizen.
Kali ini saya ingin sharing mengenai berita hoax tentang kecelakaan.

Berawal ketika saya mendapatkan broadcast via BBM dan Whatsapp yang mengabarkan tentang adanya kecelakaan di perempatan cebongan Salatiga (Jawa Tengah). Seperti ini isi Broadcast nya :

Maaf hanya bantu BC
Yang merasa punya keluarga bernama Ema Aprili membawa mtr jupiter merah meninggal didepan prapatan cebongan Tingkir Salatiga, Diduga korban ini ditabrak mobil. Korban saat ini berada di RS.umum Salatiga. Saat ini belum ada keluarganya Mohon di Bantu Sebarkan. Terima Kasih.#Hanya sekedar Membantu#Karena Kita Masih    Punya Hati #BantuBC bayangkan jika itu adalah salah satu keluarga dari kita.: SALINGMEMBANTU

Saya mendapatkan BC ini tidak hanya dari 1 atau 2 orang tapi hampir semua teman di kontak mengirim BC ini. Mulai penasaran, karena saya punya teman di daerah tersebut. Maka saya hubungi dan bertanya ke dia. Dan ternyata teman saya 'tidak tahu' kalau ada kecelakaan disitu. Masih penasaran maka saya iseng-iseng bertanya ke bapak-bapak yang sedang mangkal di pos ojek dan beliau bilang 'kayaknya gak ada tuh mbak'. Kemudian saya bertanya ke teman-teman yang mengirim BC an ke saya dan mereka bilang 'gak tau juga dapat kayak gitu ya aku sebarinlah'.
Sungguh aneh para sista & agan ketika sore saya mendapatkan BC an tentang kecelakaan yang berbeda tempat kejadian yaitu di perempatan Bendo Gantungan Klaten. Setelah saya teliti kembali nama korban, motor korban sama seperti BC yang memberitakan di Cebongan Salatiga. Masa iya 1 orang mengalami kecelakaan yang sama di tempat berbeda. 

Kembali rasa penasaran saya datang, saya coba membuka situs di internet dan ketemulah bahwa hal serupa juga terjadi di Solo dan polisi menegaskan hal tersebut hanyalah Hoax.

Dari info yang saya dapat sana-sini juga mengatakan bahwa BC hoax seperti itu merupakan cara terbaru para penyebar virus di ponsel. Semakin banyak dan sering mendapatkan BC hoax seperti kecelakaan, undian berhadiah, rekening, doa beruntun yang entah apa maksudnya patut diwaspadai apabila tiba-tiba hp anda menjadi lemot, error, dsb. Namun kebenaran ini juga belum diuji secara lanjut.

Selain itu dari segi kemanusiaan, apabila ada seorang yang benar-benar memiliki nama tersebut tentu akan menjadi kaget ya guys apalagi kerabat dan keluarga nya pasti akan merasa takut & khawatir. Maka dari itu janganlah suka iseng untuk menyebar berita hoax ya sista2 & agan2.

So, hati-hati lah dan tetaplah Waspada!!

Laurentina Larasati

Sabtu, 30 Juli 2016

Tips Selamat saat Kendaraan Macet di Rel KA

Pernah gak sih mengalami atau melihat kendaraan macet di Rel Kereta Api saat Kereta Api-nya mau melintas?
Pasti perasaan takut, ngeri seakan bikin kita jadi linglung dan gak tau harus gimana lagi. Banyak orang pasti berfikir untuk langsung turun dari mobil atau motor dengan resiko kendaraannya rusak tertabrak kereta yang melintas. Tak jarang mereka juga berusaha mendorong motor atau mobil nya sampai melintasi rel. Tapi ada cara lain yang lebih aman dari itu. Cara ini sangat jarang diketahui oleh banyak orang di Indonesia. Namun sebelum mengetahui cara istimewa ini yuk simak beberapa hal berikut ini :

Penyebab Kendaraan sering macet di lintasan KA

Ingatkan pelajaran SD bahwa 2 buah benda yang bergesekkan akan menimbulkan daya magnet. Gesekan KA terhadap rel ini menimbulkan daya magnet yang kuat. Secara kereta api itu gede, panjang, dan 98% terbuat dari bahan konduktor yang apabila mengalami gesekan cepat menghantarkan arus listrik dan medan magnet. Bahkan hingga jarak lebih dari 500 meter daya magnet ini dapat dirasakan. Maka dari itu banyak mobil atau motor yang nekat melintas di rel tiba-tiba macet total. Karena mesin-mesin didalamnya terkena arus listrik dan magnet.

Apa yang harus dilakukan ketika kendaraan tiba-tiba macet saat melintas rel KA ?

Yang perlu anda lakukan hanyalah menekan klakson selama mungkin sambil berusaha menyalakan mesin kendaraan. Getaran suara pada klakson dapat memutuskan aliran listrik dan magnet yang diakibatkan oleh gesekan KA. Mungkin masih terlihat aneh ya. Pengalaman teman saya, ia menekan klakson selama kurang lebih hampir 8 menit alhasil orang-orang dari kejauhan meneriakinya "bodoh cepat turun!! Tidak mungkin mobilmu bisa nyala disitu". Tak lama kemudian mesin nyala dan orang-orang yang meneriakinya justru keheranan. Yah teman saya ini sudah 2 th sekolah di Australia dan memiliki seorang teman dari Jerman yang pernah bercerita tentang solusi ketika kendaraan macet di rel KA. Ternyata hal ini sering dilakukan oleh penduduk Jerman dan Jepang dimana transportasi utama mereka adalah KA.

Apa sih dampak lain dari gesekan KA ini?

Dampak lain yang sangat jarang diketahui masyarakat. Dampak utama bagi manusia adalah gangguan terhadap jantung terutama anak-anak dan lansia. Ini sebabnya mengapa halte KA atau kantor-kantor di KA dibuat lebih tinggi dari rel nya dan dibangun banyak tiang-tiang penyangga di stasiun KA, selain karena untuk menyangga agar tetap kokoh hal ini juga agar mengurangi medan magnet yang digasilkan dari gesekan KA, makanya kebanyakan tiang penyangga di stasiun terbuat bukan dari bahan besi/konduktor lainnya melainkan kayu.
Namun sangat disayangkan ketika banyak pemukiman warga yang sangat mepet dengan rel KA atau bahkan tingginya dibawah rel KA. Itu sebabnya pemerintah melarang para warganya mendirikan pemukiman bukan karena pemerintah ingin mengusir atau egois tapi semua demi kebaikan masyarakat.

Minggu, 24 Juli 2016

Pahami Anak yang Sulit Membaca

Anda pasti memiliki anak, adik, atau saudara yang hingga menginjak usia Sekolah dasar (6 hingga 10 tahun ) sulit untuk belajar membaca. Banyak diantara kita sebagai orangtua,kakak,maupun saudara justru malah memarahinya, menyebut mereka "bodoh" atau "malas". Coba kita lihat dengan seksama apakah anak tersebut benar-benar malas atau bodoh. Cobalah bertanya kenapa anak tersebut apa alasan mereka sulit belajar membaca atau enggan membaca. Kemudian coba periksa hasil belajar membaca dia dengan seksama lagi melalui cara ia mengucapkan dan menulis. Jika anda jeli dan menemukan berbagai huruf dan angka yang terbalik seperti 'd dan b' , 'c dan s' , atau lainnya mungkin anak tersebut menderita 'dislexya'.

Apa Dislexia itu?
Dislexia berasal dari kata 'dis' artinya 'tidaj mampu' dan lexia 'aksara'. Dislexia adalah gangguan linguistik pada seseorang sehingga tidak mampu belajar membaca (entah berupa tulisan maupun ejaan lisan) pada usia yang seharusnya. Dislexia bukanlah sebuah penyakit melainkan hanyalah gangguan biasa yang dapat diatasi dengan terapi rutin. Dislexia berlanjut hingga usia tua dapat menjadi alasan seseorang dikatakan buta huruf.

Apa Penyebab Dislexia ?
Ada beberapa penyebab dislexya diantaranya :
1. Faktor keturunan atau Genetika
2. Adanya gangguan biokimia pada otak
3. Kurangnya neurologis pada otak
4. Trauma anak sejak bayi (biasanya karena kekerasan, dibentak sejak bayi, usaha untuk aborsi,dll)

Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:

1. Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
2. Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
3. Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
4. Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
5. Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
6. Sulit untuk berpakaian

Adapun tanda-tanda disleksia di usia sekolah dasar:

1. Sulit membaca dan mengeja
2. Sering tertukar huruf dan angka
Misalnya : The menjadi Teh, Ibu menjadi Ubi, Menulis angka 5 dengan terbalik, dsb.
3. Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
4. Sulit mengerti tulisan yang ia baca
5. Lambat dalam menulis
6. Sulit konsentrasi
7. Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
8. Percaya diri yang rendah
9. Masih tetap kesulitan dalam berpakaian
10. Sering marah berlebihan (biasanya hingga mengurung diri dan mengamuk)

Tak Selalu Mempunyai Kelemahan

Meski memiliki banyak kelemahan namun penderita disleksia juga memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Suka menggambar
2. Sering merakit mainan seperti puzzle,bongkar pasang
3. Menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni.

Tindakan Orangtua
Lalu apa saja yang dapat dilakukan kita, khususnya orangtua apabila anaknya mengalami disleksia ?
1. Jangan sekali-sekali membentak, hal ini menyebabkan 0,2% otaknya semakin melemah.

2. Coba ajaklah menulis dan membaca dengan menyanyi atau cara menarik lainnya.

3. Coba bangkitkan kepercayaan dirinya dengan bercerita orang-orang oenderita dislexia yang sukses seperti Albert Einsten, Alexander Graham Bell, Walt Disney, Franklin, dll.  Kepercayaan diri mampu meningkatkan kinerja otak mereka.

4. Pahami si Anak. Dislexia umumnya adalah anak-anak yang pandai dan cerdas. Mereka memiliki tingkat kreatifitas dibanding anak normal lainnya. Cobalah tetap memberikan semangat karena itu akan membuat mereka terus berkembang.

Tak perlu khawatir apabila anak, adik, atau saudara kita mengalami dislexia. Sebab tidak ada anak yang bodoh atau malas, hanya mereka kurang mengembangkan potensi. Tetaplah bersabar dalam mengajari mereka membaca dan menulis serta berikan semangat dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Kamis, 14 Juli 2016

Kertas Kerja Audit

Kertas Kerja
Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan   kesimpulan yang dibuatnya berkenan dengan pelaksanaan audit.

Kertas Kerja Dalam Audit
Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor.

Isi Kertas Kerja
Kertas Kerja biasanya berisi dokumentasi yang memperlihatkan:
1)  Telah dilaksanakan standar pekerjaan lapangan pertama yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik.
2)      Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua yaitu pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
3)      Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur audit telah ditetapkan, dan pengujian telah dilaksanakan , yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Tujuan Pembuatan Kertas Kerja
1.  Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan.
Kertas kerja dapat digunakan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya, dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai.
2.  Menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya.
Auditor dapat kembali memeriksa kertas kerja yang telah dibuat dalam auditnya, jika di kemudian hari ada pihak-pihak yang memerlukan penjelasan mengenai simpulan atau pertimbangan yang telah dibuat oleh auditor dalam auditnya.
3.  Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit.
Audit yang dilaksanakan oleh auditor terdiri dari berbagai tahap audit yang dilaksanakan dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana. Setiap audit tersebut menghasilkan berbagai macam bukti yang membentuk kertas kerja. Pengkordinasian dan pengorganisasian berbagai tahap audit tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kertas kerja.
4.   Memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
Dari Kertas Kerja dapat diperoleh informasi yang sangat bermanfaat untuk audit berikutnya jika dilakukan audit yang berulang terhadap klien yang sama dalam periode akuntansi yang berlainan, auditor memerlukan informasi mengenai sifat usaha klien, catatan dan ank e akuntansi klien, pengendaian intern klien, dan rekomendasi perbaikan yang diajukan kepada klien dalam audit yang lalu, jurnal-jurnal adjustment yang disarankan untuk menyajikan secara wajar laporn keuangan yang lalu.

Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan :
(a) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama, yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik,
(b) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan, dan
(c) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan telah diterapkan, dan pengujian telah dilaksanakan yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Kertas kerja dan standar auditing, berhubungan erat dengan tiga kelompok yaitu:
1.    Kertas kerja audit dan standar umum, standar umum yang menyatkan tentang kopentensi, independensi, dan kecermatan dan keseksamaan pelaksanaan tugas.
2.     Keras kerja audit dan standar pekerjaan lapangan, hal ini berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan stuktur pengendalian internal bukti audit kompeten yang memadai.
3.   Kertas kerja dan standar pelaporan. Kertas kerja juga berhubungan erat dengan standar pelaporan.

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja adalah sebagai berikut:
1.      Lengkap. Kertas kerja harus lengkap dalam arti:
a)      Berisi semua informasi yang pokok.
b)      Tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan.
2.      Teliti. Memperhatikan ketelitian penulisan dan perhitungan sehingga kertas kerjanya bebas dari kesalahan tulis dan perhitungan.
3.     Ringkas. Kertas kerta dibatasi pada informasi yang pokok saja dan yang relevan dengan tujuan audit yang dilakukan serta disajikan secara ringkas. Harus menghindari rincian yang tidak perlu, serta merupakan ringkasan dan penafsiran data dan bukan hanya merupakan penyalinan catatan klien ke dalam kertas kerja.
4.     Jelas. Penggunaan istilah yang menimbulkan arti ganda perlu dihindari. Penyajian informasi secara sistematik perlu dilakukan.
5.   Rapi. Kerapian dalam membuat kertas kerja berguna membantu auditor senior dalam me-review hasil pekerjaan stafnya, serta memudahkan auditor dalam meperoleh informasi dari kertas kerja tersebut

Kertas Kerja Audit merupakan dokumentasi yang disusun oleh auditor dalam sebuah proses audit yang terdiri dari:

▪ Prosedur audit yang dilakukan
▪ Pengujian yang dilakukan
▪ Sumber informasi dan bukti audit yang diperoleh
▪ Kesimpulan yang diambil atas proses audit yang dilakukan
▪ Prinsip umum yang berkaitan dengan pembuatan dan penyimpanan kertas kerja.
▪ Prinsip umum tersebut antara lain:
▪ Pembuatan kertas kerja harus mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.
▪ Hindarkan pekerjaan salin-menyalin yang tidak diperlukan.
▪ Buktikan keterangan lisan yang diperoleh melalui pengajuan pertayaan (inquiry)
▪ Jangan meninggalkan suatu pertanyaan tanpa ada jawaban yang jelas.
▪ Tulisan segala masalah relevan yang temukan pada saat melaksanakan audit.

Tipe Kertas Kerja
☆ Program audit,yaitu daftar prosedur audit untuk pemeriksaan elemen-elemen tertentu.
☆ Working trial balance, adalah suatu daftar yang berisikan saldo berbagai akun buku besar pada akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya.
☆ Ringkasan jurnal penyesuaian dan jurnal pengklasifikasian kembali, yaitu jurnal untuk mengoreksi kembali atas kesalahan yang dilakukan auditor.
☆ Daftar pendukung, yaitu daftar untuk melakukan verikasi elemen-elemen yang terdapat dalam laporan keuangan
☆ Daftar utama, yaitu ringkasan akun-akun yang saling berkaitan.
☆ Memorandum audit dan dokumentasi audit, merupakan data tertulis yang disiapkan auditor dalam bentuk negatif.
☆ Skedul dan analisis, yaitu akun yang ditunjukan dalam masing-masing buku besar dan mengidentifikasinya.

Susunan kertas kerja
• Draf laporan audit.
• Laporan keuangan auditing.
• Ringkasan informasi bagi penelaah.
• Program audit.
• Laporan keuangan atas neraca lajur yang dibuat klien.
• Ringkasan jurnal penyesuaian.
• Working Trial Balace.
• Daftar utama.
• Daftar pendukung

Auditor menyebutkan dalam program audit :
1.   Pemeriksaan yang harus diikuti dalam melakukan verifikasi setiap elemen yang  tercantum dalam laporan keuangan.
2.    Tanggal pelaksanaan prosedur audit.
3.    Paraf pelaksana prosedur audit.
4.    Penunjukan indeks kertas kerja yang dihasilkan auditor.

Berikut adalah beberapa fungsi KKA:
1. KKA sebagai dasar pemberian opini audit atas laporan keuangan. Standar pekerjaan lapangan mengharuskan auditor untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk mendukung opininya atas laporan keuangan (SPAP SA Seksi 326). Dalam hal ini, KAA berfungsi sebagai: pendukung dalam pemberian opini audit, dan sebagai bukti auditor telah melaksanakan audit secara memadai sesuai SPAP.
2. KKA sebagai dasar bagi auditor untuk mengambil kesimpulan dan menunjukan kompetensi hasil audit yang dilakukannya. Jika pekerjaan atau pertimbangan auditor dipertanyakan oleh pihak tertentu di kemudian hari, maka auditor tidak dapat mendukung kesimpulannya atau memberikan apa alasan yang melandasi kesimpulan tersebut tanpa didukung dengan KKA.
3. KKA sebagai dasar supervisi dan evaluasi pekerjaan yang dilakukan anggota tim. KKA berfungsi sebagai dasar untuk menilai kualitas pekerjaan yang dilaksanakan dan kompetensi anggota tim audit. Dengan adanya KKA, supervisor dapat mengetahui penalaran, logika dan seberapa kuat anggota tim audit dalam melaksanakan pemeriksaan atas akun-akun laporan keuangan.
4. KKA sebagai panduan dalam melaksanakan audit tahun-tahun berikutnya. Auditor dapat menggunakan KAA sebagai acuan dalam melaksanakan penugasan berikutnya, seperti: pemahaman bisnis klien, catatan dan kebijakan akutansi klien, masalah masalah audit tahun sebelumnya; saran perbaikan yang diberikan kepada klien dan hal-hal lainnya yang yang harus diperhatikan auditor dalam menyiapkan program audit dan dalam merencanakan pelaksanaan prosedur audit untuk audit tahun berikutnya.

Manfaat Kertas Kerja
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk menghubungkan catatan klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor.
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai
·        Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya dalam membuktikan telah dilaksanakannya dengan baik audit atas laporan keuangan.
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi      semua tahap audit yang terdiri dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana.
·       Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
·       Sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya.
·       Sebagai catatan bahan bukti dan hasil pengujian yang telah dilakukan.
·       Sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas.
·       Sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner.

    Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arip kertas kerja untuk setiap kliennya, yaitu:
1)    Arsip kini (current file), yaitu arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan.
2)    Arsip permanen (permanent file), yaitu untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan.

Cara Membuat Kertas Kerja yang Baik
Kecakapan teknis dan keahlian profesional seorang auditor independen agar tercermin pada kertas kerja yang dibuatnya. Untuk membuktikan bahwa seseorang merupakan auditor yang kompeten, ia harus dapat menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat.

FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH AUDITOR DALAM PEMBUATAN KERTAS KERJA YANG BAIK
Kecakapan teknis dan keahlian professional seorang auditor independen akan tercermin pada kertas kerja yang dibuatnya. Auditor yang kompeten adalah auditor yang mampu menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat. Ada lima ank e yang harus diperhatikan untuk memenuhi tujuan ini:
Working trial balance ini mempunyai fungsi yang sama dengan lembar kerja (work sheet) yang digunakan oleh klien dalam proses penyusunan laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan, klien menempuh beberapa tahap sebagai berikut :
¤ Pengumpulan bukti transaksi
¤ Pencatatan dan Penggolongan transaksi dalam  jurnal dan buku pembantu
¤ Pembukuan (posting) jurnal ke dalam buku besar
¤ Pembuatan lembar kerja
¤ Penyajian laporan keuangan

Dalam proses auditnya, auditor bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan auditan. Adapun tahap-tahap penyusunan laporan keuangan auditan tersebut adalah sebagai berikut :
♤ Pengumpulan bukti audit dengan cara pembuatan atau pengumpulan skedul pendukung ( supporting schedules).
♤ Peringkasan informasi yang terdapat dalam skedul pendukung ke dalam skedul utama ( lead schedules atau top schedules) dan ringkasan jurnal adjustment.
♤ Peringkasan informasi yang tercantum dalam skedul utama dan ringkasan jurnal adjustment ke dalam working trial balance.
Penyusunan laporan keuangan auditan.

SKEDUL UTAMA
Skedul utama adalah kertas kerja yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat dalam skedul pendukung untuk akun-akun yang berhubungan. Skedul utama ini digunakan untuk menggabungkan akun-akun buku besar yang sejenis, yang jumlah saldonya akan dicantumkan dalam laporan keuangan dalam satu jumlah.
Skedul utama memiliki kolom yang sama dengan kolom-kolom yang terdapat dalam working trial balance. Jumlah total tiap-tiap kolom dalam skedul utama dipindahkan ke dalam kolom yang berkaitan dengan working trial balance.

SKEDUL PENDUKUNG
Pada waktu auditor melakukan verifikasi terhadap unsur-unsur yang tercantum dalam laporan keuangan klien, ia membuat berbagai macam kertas kerja pendukung yang menguatkan informasi keuangan dan operasional yang dikumpulkannya. Dalam setiap skedul pendukung harus dicantumkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh auditor dalam memverifikasi dan menganalisis unsur-unsur yang dicantumkan dalam daftar tersebut, metode verifikasi yang digunakan, pertanyaan yang timbul dalam audit, serta jawaban atas pertanyaan tersebut. Skedul pendukung harus memuat juga berbagai simpulan yang dibuat oleh auditor.
PEMBERIAN INDEKS PADA KERTAS KERJA
Pemberian indeks terhadap kertas kerja akan memudahkan pencarian informasi dalam bebagai daftar yang terdapat diberbagai tipe kertas kerja. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian indeks kertas kerja adalah sebagai berikut :
1)      Setiap kertas kerja harus diberi indeks, dapat disudut atas atu di sudut bawah.
2)      Pencantuman indeks silang (cross index) harus dilakukan sebagai berikut :
> Indeks silang dari skedul utama.
> Indeks silang dari skedul akun pendapatan dan biaya.
> Indeks silang antarskedul pendukung.
> Indeks silang dari skedul pendukung ke ringkasan jurnal adjusment.
> Indeks silang dari skedul utama ke working trial balance.
> Indeks silang dapat digunakan pula untuk menghubungkan program audit dengan kertas kerja.
3)      Jawaban konfirmasi, pita mesin hitung, print-out komputer, dan sebagainya tidak diberi indeks kecuali jika dilampirkan di belakang kertas kerja yang berindeks.

METODE PEMBERIAN INDEKS KERTAS KERJA
Ada tiga metode pemberian indeks terhadap kertas kerja :
》Indeks angka. Kertas kerja utama dan skedul utama diberi indeks dengan angka, sedangkan skedul pendukung diberi subindeks dengan mencantumkan nomor kode skedul utama yang berkaitan.
》Indeks kombinasi angka dan huruf. Kertas kerja utama dan skedul utama diberi kode huruf, sedangkan skedul pendukungnya diberi kode kombinasi huruf dan angka.
Indeks angka berurutan. Kertas kerja diberi angka yang berurutan

SUSUNAN KERTAS KERJA
Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arsip kertas kerja untuk setiap kliennya :
♡ Arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan, yang disebut arsip kini (current file). Arsip kini berisi kertas kerja yang informasinya hanya mempunyai manfaat untuk tahun yang diaudit saja
♡ Arsip permanen (permanent file) untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan. . Arsip permanen berisi informasi sebagai berikut :
Copy anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien
Bagan organisasi dan luas wewenang serta tanggung jawab para manajer
Pedoman akun, pedoman prosedur, dan data lain yang behubungan dengan pengendalian
Copy surat perjanjian penting yang mempunyai  masa laku jangka panjang.
Tata letak pabrik, proses produksi, dan produk pokok perusahaan
Copy notulen rapat direksi, pemegang saham, dan komite-komite yang dibentuk klien. Pembentukan arsip permanen ini mempunyai tiga tujuan yaitu :
a)      Untuk menyegarkan ingatan auditor mengenai informasi yang akan digunakan dalam audit tahun-tahun mendatang.
b)      Untuk memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staf yang baru pertama kali menangani audit laporan keuangan klien tersebut.
c)      Untuk menghindari pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke tahun.
Analisis terhadap akun-akun tertentu yang relatif tidak  pernah mengalami perubahan harus juga dimasukkan ke dalam arsip permanin. Akun-akun seperti tanah, gedung, akimulasi, depresiasi, investasi, utang jangka panjang, modal saham dan akun lain yang termasuk dalam kelompok modal sendiri adalah jarang mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pemeriksaan pertama terhadap akun tersebut akan menghasilkan informasi yang akan berlaku beberapa tahun, sehingga dalam audit berikutnya auditor hanya akan memeriksa transaksi-transaksi tahun yang diaudit yang berkaitan dengan akun-akun tersebut. Dalam hal ini arsip permanen benar-benar menghemat waktu auditor karena perubahan-perubahan dalam tahun yang diaudit tinggal ditambahkan dalam arsip permanen, tanpa harus memunculkan kembali informasi-informasi tahun-tahun sebelumnya dalam kertas kerja tersendiri.
Peer Review BPKP Atas Kertas Kerja Auditor
Dalam konteks krisis, ketika banyak bank-bank yang ambruk padahal laporan keuangannya menunjukkan prestasi bagus dan sehat, masyarakat mencurigai kalau banyak auditor sebenarnya mempunyai kontribusi terhadap ambruknya dunia perbankan. Kecurigaaan masyarakat ini sebenarnya ditangkap oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan ditindaklanjuti dengan keinginan pada bulan April 1999 untuk membentuk tim di bidang penegakan disiplin. Tim ini akan meneliti kertas kerja kantor akuntan publik (KAP) yang mengaudit laporan keuangan 38 bank beku usaha (BBKU). Hal ini juga ditujukan agar auditor lebih menjaga kualitas pekerjaan, menjalankan kode etik dan SPAP, yang nantinya berujung agar para bankir tidak lagi melakukan rekayasa laporan keuangan.
Tetapi sayangnya niat tersebut tidak terlaksana, karena IAI sampai beberapa saat tidak mewujudkan niatnya tersebut. Karena itu Direktorat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan, Departemen Keuangan pada Oktober 1999 meminta BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk menggantikan niat IAI dan melakukan peer review terhadap kertas kerja auditor bank bermasalah untuk tahun buku 1995, 1996, 1997. Hal ini dilakukan berdasarkan SK Menteri Keuangan No.472/KMK.01.017/1999 tanggal 4 Oktober 1999 tentang Pembentukan Tim Evaluasi terhadap Auditor yang Mengaudit Bank-Bank Bermasalah.Tujuan dari peer review ini adalah untuk melaksanakan tugas Direktorat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai Departemen Keuangan sebagai pembina profesi akuntan dan juga untuk menjawab kecurigan masyarakat berkaitan dengan kualitas pekerjaan auditor bank-bank tersebut.
Peer review ini dilakukan dengan memeriksa kertas kerja yang dibuat auditor ketika mengaudit bank-bank tersebut untuk melihat bagaimana pelaksanaan SPAP dipatuhi. Menurut Standar Auditing Seksi 339 Kertas Kerja paragraf 03, kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.

Kertas Kerja ini dapat dikelompokkan ke dalam 5 tipe, yaitu
(1) Program Audit,
(2) Working Trial Balance,
(3) Ringkasan Jurnal Adjustment,
(4) Lead Schedule atau Top Schedule, dan
(5) Supporting Schedule.
Jadi peer review ini dilakukan BPKP dengan memeriksa kertas kerja yang dibuat auditor dalam mengaudit bank-bank tersebut, bukan melakukan audit lagi terhadap bank-bank tersebut. Dengan memeriksa kertas kerja, maka BPKP dapat melihat kualitas pekerjaan auditor, karena tujuan pembuatan kertas kerja ini adalah untuk mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan, menguatkan kesimpulan-kesimpulan auditor dan kompetensi auditnya, mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit, serta memberikan pedoman dalam audit berikutnya. Kemudian Standar Auditing Sksi 339 Kertas Kerja paragraf 05 menyatakan bahwa kertas kerja harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar auditing yang dapat diterapkan dan dilaksanakan oleh auditor. Kertas kerja ini biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan:
a. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama, yaitu pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik.
b. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu pemahaman memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
c. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu bukti audit telah diperoleh, prosedur audit telah diterapkan, dan pengujian telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan
Tetapi sayangnya hasil peer review BPKP atas kertas kerja auditor bank-bank bermasalah ternyata menunjukkan bahwa banyak auditor tersebut yang melanggar SPAP. Peer review yang dilakukan atas kertas kerja 10 KAP (ada 17 auditor yang menjabat sebagai partner) yang mengaudit 37 bank bermasalah memperlihatkan bahwa:
1. Hampir semua KAP tidak melakukan pengujian yang memadai atas suatu account.
2. Pada umumnya dokumentasi audit kurang memadai (70%).
3. Terdapat auditor yang tidak memahami peraturan perbankan tetapi menerima penugasan audit terhadap bank (1 auditor).
4. Pengungkapan yang tidak memadai di dalam laporan audit (80%).
5. Masih terdapat auditor yang tidak mengetahui laporan dan opini audit yang sesuai dengan standar.

KESIMPULAN
    Kertas kerja adalah catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor. Manfaat kertas kerja audit yaitu : sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya, sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas, sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner. Seorang auditor tidak dapat memberikan informasi kepada pihak bukan klien kecuali jika klien mengizinkannya. Meskipun kertas kerja dibuat dan dikumpulkan auditor dalam daerah wewenang klien, dari catatan-catatan klien, serta atas biaya klien, hak pemilikan atas kertas kerja tersebut sepenuhnya berada di tangan akuntan publik, bukan milik klien atau milik pribadi auditor. Karena kertas kerja tidak hanya berisi informasi yang diperoleh auditor dari catatan klien saja, tetapi berisi pula program audit yang akan dilakukan oleh auditor, maka tidak semua informasi yang tercantum dalam kertas kerja dapat diketahui oleh klien. Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arip kertas kerja untuk setiap kliennya, yaitu: Arsip kini (current file) dan Arsip permanen (permanent file ). Untuk membuktikan bahwa seseorang merupakan auditor yang kompeten, ia harus dapat menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat.  Untuk memenuhi tujuan ini ada lima faktor cara membuat kertas kerja yang baik yang harus diperhatikan, yaitu: lengkap, teliti, ringkas, jelas.