Welcome to My Blog

Kamis, 23 Juni 2016

Tetaplah Kuat dan Mandiri

Kisah ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya. Kisah yang membuat saya lebih memaknai hal kecil yang jarang di lirik oleh kebanyakan orang.

Pada waktu itu saya sedang membantu saudara saya yang memiliki usaha baru yaitu mengambil sayuran di petani untuk dikirim ke tengkulak-tengkulak. Kala itu saya diminta untuk menimbangi sayuran yang telah dimasukkan kedalam karung-karung sayur. Ternyata begitu tiba di area pertanian sebagian sayur belum selesai di ikat, saat itu memang tidak ada kuli sehingga petani harus memetik kemudian memasukkan kekarung sendirian sehingga mereka kelelahan dan tidak melanjutkan untuk mengikat karung-karung dan menatanya agar siap ditimbang. Saya berinisiatif untuk mengikat karung-karung tersebut yang jumlahnya cukup banyak dan menatanya dipinggir jalan agar mudah untuk ditimbang dan langsung dimasukkan kedalam truk. Saat saya tengah mengikat karung-karung, tiba-tiba seorang pria separuh baya datang. Penampilannya rapi, bersih, dan membawa mobil jazz keluaran baru. Tiba-tiba ia menghampiri saya dan berkata.

     "Maaf, sayur-sayur ini punya saya & mau segera ditimbangi"
Saya tersenyum dan menjawab
     " oh iya pak, sebentar"
Pria itu mulai berbicara lagi,
     " Sayur disini memang bagus-bagus makanya saya senang mengambil disini. Anda pasti orang baru ya?"
     " iya sayu baru ini kesini "
     " wah tapi maaf sayur disini sudah saya beli, kalau mau kita bisa juga kerjasama"
Saya mulai tidak mengerti maksud si Bapak ini, segera saya jawab.
    " kerjasama apa ya pak?"
    " kerjasama mengambili sayuran, nanti kita kirim sama-sama juga "
    " Maaf pak, saya masih kuliah. Saya cuma bantu menimbangkan sayuran "
Sontak terlihat raut wajah kaget dari si Bapak. Segera beliau meminta maaf dan berpaling. Terlihat ia sedang berbicara dengan seorang petani dan supir truknya.

Sekitar 2 jam lebih berlalu, Semua karung sudah terikat dan telah tertata rapi. Seorang ibu petani menghampiri saya dan menawarkan minum.

     " Capek ya mbak? memang kalau tidak biasa akan terasa capek sekali, saya saja yang sudah biasa sering terasa capek sekali. Tapi mbak bagus kok, jarang ada anak muda, cewek pula kayak mbak yang mau kotor-kotor bantu disini. Mbak juga cantik, pantasan saja tadi Mr.Lee heran, dikira mbak orang baru yang mau beli dan usaha sayuran."
Saya hanya membalas dengan tersenyum. Ternyata si Bapak tadi adalah pengusaha sayur dari Korea yang sudah 12 tahun tinggal di Indonesia.

Kini tiba saatnya untuk menimbang. Saya mulai menimbang sayuran karung demi karung. Hingga sekitar pukul 6 sore, sayuran tersebut sudah selesai ditimbang, tinggal menunggu selesai di tata kedalam truk. Tiba-tiba dari kejauhan saudara saya dan Mr.Lee memanggil saya, saya pun mendekat.

     " Nah, silakan istirahat dan makan dulu. Ini sudah selesai kok " , ujarnya sambil mengeluarkan makanan di dalam mobil.
Saya kaget karena makanan yang diberikan adalah Kfc dengan beberapa menu yang berbeda.
     " Menu istimewa kali ini karena semuanya kerja keras, terutama anda. Baru kali ini saya lihat cewek muda yang mau kerja keras. Biasanya anak muda hanya main dan main" cerita Mr.Lee dengan logatnya yang khas.
    " Anak- anak saya pun saya didik untuk kerja keras. Bahkan anak bungsu saya baru 18 tahun dia sudah pegang usaha saya di Bandung. Siapapun yang mau kerja keras dan berfikir, ia akan menemukan kesuksesannya baik secara materi, ilmu, dan hati ". Lanjut dia, sembari meminum Vodka yang telah ia buka, mungkin tradisinya masih ia bawa disini pikirku.
Usai makan aku dan saudaraku berpamitan untuk pulang. Tiba-tiba Mr Lee memberikan uang kepadaku sebagai upah.
    " Ini upah hari ini. Tetaplah jadi kuat dan mandiri."
Alangkah terkejutnya saya ketika membuka lembaran tersebut. Nominal yang jauh dari upah buruh yang biasa aku ketahui.
     " Dia orangnya baik, petani-petani disini suka ma Mr Lee, dia royal dan loyalitasnya tinggi " kata saudaraku.

Ya, setiap orang sukses adalah ia yang mau berjuang dan bekerja keras untuk mencapai tujuannya.
Hidup itu terkadang terasa sulit dan kejam. Karena kita tidak selalu berada di atas dengan segala kenyamanan.

Tuhan memberi kita tubuh dan segala fisik kita untuk berusaha dengan keras sesuai kemampuan kita.
Tuhan memberi kita akal budi untuk kita dapat berfikir.
Tuhan memberi kita hati untuk bisa merasakan, dan memancarkan kasih.

Siapapun anda, jangan pernah malu atau menyerah. Tetaplah kuat dan mandiri.

( Laurentina Larasati)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar